PELATIHAN PENDIDIK DI QUEENSLAND AUSTRALIA

Dalam rangka optimalisasi pengembangan potensi siswa khususnya keterampilan abad ke-21, pemerintah melalui PPPPTK Penjas dan BK, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan dan ketimpangan dalam pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/ HOTS). Merujuk pada data dari Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) menunjukkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada tingkat yang rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dimungkinkan dari proses pembelajaran yang dikelola guru belum mengekplorasi kemampuan peserta didik dalam berpikir aras tinggi. Keterampilan yang akan dibangun melalui kegiatan ini adalah kemampuan dalam merancang pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Teaching Games for Understanding (TGFU) dalam Pendidikan Jasmani bagi pendidik dan tenaga kependidikan bidang Pendidikan Jasmani. Untuk lebih memahami dan mendalami pokok pembahasan diatas, maka PPPPTK Penjas dan BK bekerjasama bekerjasama dengan pemerintah Australia, di The University of Queensland, Brisbane, Australia. Program ini merupakan program strategis untuk pengembangan kompetensi pendidik PJOK di Indonesia. Namun demikian, program ini belum bisa menjangkau seluruh stake holder guru PJOK di Indonesia yang jumlahnya 158.000-an orang. Oleh karena itu, perlu langkah yang tepat untuk mendiseminasikan pengalaman dan ilmu yang didapat selama di Australia agar pesan dan energi positif tersebut menyebar di seluruh guru PJOK di nusantara. Sesuai harapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik bahwa guru yang dikirim ke luar negeri harus mampu menjadi agen perubahan (agent of changes) yang memberi dampak pada diri pribadi, siswa di kelas, sekolah, masyarakat, komunitas, bahkan perubahan secara nasional. Penulisan buku ini menjadi langkah nyata untuk menuangkan ide dan gagasan berdasarkan pengalaman yang didapatkan di Australia. Buku ini merupakan dokumen yang dapat dijadikan media yang tepat untuk penularan “virus” perubahan. Perubahan untuk kemajuan, menyiapkan generasi emas yang sanggup bersaing di era industri 4.0 yang tak terelakkan.

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 26 Februari sampai dengan tanggal 26 Maret 2019 diagendakan menjadi (tiga) pelaksanaan yaitu Predepture (26 s.d. 2 Maret) – Depture ( 3 Maret s .d. 23 Maret) dan Postdepture (24 s.d. 26 Maret) dan bentuk tanggungjawab peserta pendidikan dan pelatihan di University of Queensland Australia, setiap peserta harus membuat laporan individu, melaksanakan resume bahan kajian/materi, jurnal, mendokumentasikan kegiatan dan menuangkannya dalam bentuk book projek.

Dalam kegiatan tersebut, SMKN 1 Talaga terpilih salah satu guru terbaiknya untuk berangkat ke Australia yaitu Bapak ARDI MARGONO, S.Pd.,M.Si. beliau merupakan salah satu guru berprestasi di SMKN 1 Talaga. Harapannya beliau dapat menularkan ilmu yang didapatkan selama disana sehingga guru-guru yang lain termotivasi untuk menjadi guru berprestasi.