OTOTEFA 09 February 2026 · 22 hours ago · Muchamad Eki S.A., S.Kom.

Program Pembelajaran Teaching Factory Otomotif, Integrasi Mata Pelajaran PKK di SMKN 1 Talaga

.

.

.

.

Teaching Factory (TEFA) merupakan model pembelajaran berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar industri untuk meningkatkan kompetensi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Artikel ini membahas inovasi dan pengembangan program pembelajaran TEFA pada kompetensi keahlian Otomotif yang terintegrasi dengan mata pelajaran Project Kreatif Kewirausahaan (PKK) melalui kerja sama dengan PT Pertamina Lubricants. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis, jiwa kewirausahaan, serta pemahaman budaya kerja industri bagi peserta didik. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan keterampilan teknis otomotif, kemampuan manajerial usaha, dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.  

        

Konsep Teaching Factory Otomotif

Teaching Factory Otomotif merupakan model pembelajaran yang mensimulasikan lingkungan bengkel industri di sekolah. Peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pelayanan jasa otomotif seperti:

  • Servis berkala kendaraan
  • Penggantian dan analisis pelumas
  • Perawatan sistem mesin dan kelistrikan
  • Penerapan standar K3 dan SOP industri

          

Dengan dukungan PT Pertamina Lubricants, sekolah memperoleh wawasan keterampilan standar teknis pelumasan, produk industri, serta pembaruan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar otomotif saat ini.

          

Integrasi Mata Pelajaran PKK dalam Teaching Factory

Integrasi PKK dalam TEFA Otomotif dilakukan dengan menjadikan bengkel TEFA sebagai unit usaha nyata. Peserta didik dilibatkan secara langsung dalam seluruh siklus kewirausahaan, meliputi:

  1. Perencanaan usaha: analisis peluang usaha bengkel, penentuan jenis layanan, dan perhitungan modal.
  2. Pelaksanaan usaha: praktik pelayanan pelanggan, pemasaran jasa servis, serta penggunaan produk pelumas Pertamina.
  3. Pengelolaan usaha: pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan manajemen waktu kerja.
  4. Evaluasi usaha: analisis keuntungan, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan.

Dengan demikian, pembelajaran PKK tidak bersifat teoritis semata, tetapi siswa belajar terintegrasi langsung dengan praktik industri di TEFA.

            

Peran PT Pertamina Lubricants dalam Pengembangan Program

Kerja sama dengan PT Pertamina Lubricants memberikan nilai tambah signifikan dalam pengembangan TEFA Otomotif, antara lain:

  • Penyediaan produk pelumas standar industri
  • Pelatihan guru dan peserta didik terkait teknologi pelumasan
  • Sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri
  • Pengenalan budaya kerja dan standar layanan industri otomotif

            

Kolaborasi ini memperkuat link and match antara sekolah dan industri serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan bengkel TEFA.

             

Dampak dan Manfaat Program

Implementasi inovasi pembelajaran ini memberikan berbagai dampak positif, antara lain:

  • Meningkatkan kompetensi teknis otomotif peserta didik
  • Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian
  • Meningkatkan soft skills seperti komunikasi dan kerja tim
  • Mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan siap berwirausaha
  • Mengoptimalkan fungsi sekolah sebagai pusat pembelajaran b

.

.

.

.

Sumber :

https://psmk.jabarprov.go.id/informasi/33209

.

.

.